Kamis, 04 Juni 2020

21 Tahun Berlalu, Konspirasi Jagal di Mobil Putri Diana

Beberapa teori konspirasi terkuak, termasuk kehadiran jagal di mobil Putri Diana.

Rendy Adrikni Sadikin
cloud_download Baca offline
Putri Diana Spencer. (Huffingtonpost)
Putri Diana Spencer. (Huffingtonpost)

Matamata.com - Hari ini, 31 Agustus 21 tahun silam, dunia berkabung. Publik syok. Diana Spencer, putri Wales yang terkenal suka berderma, tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di sebuah terowongan di Kota Paris, Prancis.

Ketika itu, malam, Putri Diana berada di mobil nahas tersebut bersama Dodi al-Fayed, kekasihnya. Mobil Mercedes-Benz S-Class W140 tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari Hotel Ritz Paris.

Sang pengemudi yang juga sekuriti Hotel Ritz Paris, Henri Paul, menancap gas untuk menghindari kejaran paparazzi. Nahas tak terelakkan. Terowongan Pont de l'Alma menjadi saksi bisu kematian Putri Diana dan Dodi Al-Fayed.

Mobil menghantam sisi kiri terowongan. Tunggangan berwarna hitam itu ringsek. Atapnya menggencet penumpang di dalamnya. Bagian depan mobil melesak ke dalam. Kecuali Trevor Rees-Jones, pengawal Putri Diana, tak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut.


Pada 6 September 1997, seluruh stasiun televisi di Inggris menayangkan pemakaman mantan istri, Pangeran Charles tersebut. Prosesi ditonton oleh 32,1 juta warga Inggris. Ini merupakan jumlah penonton terbanyak televisi di Britania Raya sepanjang sejarah. Itu belum termasuk mereka yang menonton dari belahan dunia lain.

Kematian Putri Diana hingga kini masih menjadi tanda tanya. Banyak orang ragu. Dari mereka, muncul sejumlah teori konspirasi yang menyelimuri kematian menantu Ratu Elizabeth II penguasa Britania Raya itu.

Salah satunya pengakuan mengejutkan dari mantan pelayan Putri Diana, Paul Burrel. Dia mengaku mendapatkan surat dari Putri Diana. Surat yang katanya ditulis Putri Diana berisi tudingan bahwa sang maut adalah Pangeran Charles, mantan suaminya sendiri.

Dalam surat itu, seperti disampaikan Buttler, Putri Diana menuding Pangeran Charles merencanakan sebuah kecelakaan di mobil mantan istri yang bisa menyebabkan rem blong atau cedera serius di kepala.

Buttler mengatakan surat itu diberikan 10 bulan sebelum tragedi tersebut. Putri Diana ketika itu was-was atas keselamatannya. Surat itu dipublikasikan secara eksklusif di Daily Mirror pada 2003.

''Aku duduk di sini, hari ini, ketika bulan menapaki Oktober. Aku menanti seseorang untuk memelukku. Menyemangatiku untuk tetap kuat dan menegakkan kepala,'' demikian tertulis di surat tersebut, seperti dikutip dari Daily Mirror, Jumat (31/8/2018).

Di surat itu, Burrel mengatakan, Putri Diana menuding bahwa Pangeran Charles merencanakan kecelakaan untuk memuluskan jalan menikahi sosok bernama Tiggy. Sosok terakhir ini merupakan pengasuh yang disewa oleh Pangeran Charles untuk merawat anak-anaknya setelah bercerai dengan Putri Diana.

''Ini merupakan fase yang paling berbahaya dalam hidupku. Suaminya merencanakan kecelakaan di mobilku, rem blong dan cedera serius di kepala untuk memuluskan jalannya menikahi Tiggy,'' tulis surat tersebut.

Bahkan, tulis surat tersebut, Putri Diana mengatakan bahwa Camilla, istri Pangeran Charles saat ini, hanyalah umpan.

"Camilla tak lebih hanya sekadar umpan. Jadi kami dikelabui oleh orang itu di setiap perkataan dan tindakannya,'' tulis surat tersebut.

Burrel juga menguak catatan dalam buku yang ditulisnya, A Royal Duty, yang diklaim diberikan oleh Putri Diana sebagai polis asuransinya. Burrel menulis Putri Diana mengatakan kepadanya untuk menyimpannya, kalau terjadi sesuatu.

Surat tulisan tangan itu lantas ditunjukkan ketika pemeriksaan atas kematian Putri Diana pada tahun 2007. Namun, hal itu justru memicu kontroversi.

Kendati begitu, sejumlah pihak sangsi. Mereka meragukan bahwa surat yang dipegang Burrel ditulis oleh Putri Diana. Salah satunya yang ragu adalah orang kepercayaan Putri Diana, Lucia Flecha da Lima.

''Aku tidak percaya,'' katanya kepada The Telegraph. ''Paul Burrel memiliki kapabilitas untuk meniru tulisan tangan Putri Diana. Mustahil Putri Diana takut dengan kehidupannya, apalagi dari Pangeran Charles, raja masa depan dari negaramu.''

Adapula teori konspirasi yang mengatakan bahwa jagal itu adalah Pangeran Philip. Dia dituding menyewa MI6, agen rahasia Inggris, untuk menghabisi nyawa Putri Diana. Tudingan itu muncul dari Mohamed Al-Fayed, yang tak lain adalah ayah dari Dodi Al-Fayed.

Klaim itu dilontarkan Mohamed Al-Fayed beberapa bulan setelah kematian Putri Diana dan Dodi Al-Fayed. Secara eksplisit, dia mengatakan bahwa peristiwa tersebut bukanlah murni kecelakaan.

Mohamed Al-Fayed mengklaim Putri Diana dan putranya dibunuh oleh MI6 atas suruhan dari Duke of Edinburgh, Pangeran Philip. Namun, klaim ini tak digubris dalam penyelidikan kematian Putri Diana.

Seperti dikutip dari Daily Star, Mohamed Al-Fayed kembali mengulangi tudingannya pada pemeriksaan. Dia meyakini Putri Diana tewas karena berencana menikahi seorang pria muslim, yakni Dodi Al-Fayed.

Bukan cuma itu, Mohamed Al-Fayed meyakini sang pengemudi, Henri Paul, mendapatkan bayaran dari MI6 dan Dinas Rahasia Prancis.

Juri pada pemeriksaan juga diberitahu tentang sebuah catatan yang ditulis salah satu pengacara Diana, Lord Mishcon, setelah pertemuan di Istana Kensington pada Oktober 1995.

Koroner Lord Justice Scott Baker mengatakan kepada mereka, ''Mohamed Al-Fayed mengatakan selama liburan musim panas, Putri Diana sering mengatakan kepadanya akan dibunuh oleh keluarga kerajaan.''

''Dia (Putri Diana--RED) akan naik dengan helikopter dan tidak pernah turun hidup-hidup."

Atas klaimnya bahwa Henri berperan dalam plot pembunuhan itu, Mohamed Al-Fayed menunjukkan bukti sejumlah besar uang tunai yang ditemukan di tangannya ketika itu, serta serangkaian aset senilai 170.000 poundsterling dalam 15 rekening bank terpisah.

Tapi, operasi oleh Polisi Met kemudian menemukan kekayaan Henri tidak berasal dari dinas keamanan. Henri pun diketahui mabuk pada saat kecelakaan itu.

Namun anehnya, pemeriksaan itu menunjukkan kadar karbon monoksida yang 'misterius' dalam sampel darah Henri Paul, meski dia tampak sehat beberapa saat sebelum masuk ke mobil.

Richard Keen QC, pengacara yang mewakili orang tua Henri di pemeriksaan Diana, menyarankan bahwa sampel itu direkayasa untuk menggambarkan Henri Paul tidak layak dan mabuk.

Ahli toksikologi Profesor Robert Forrest, yang mengatakan bahwa Henri mungkin telah minum hingga delapan gelas alkohol yang kuat di jam-jam sebelum kecelakaan itu, mengakui bahwa ia tidak dapat menemukan penjelasan logis untuk temuan karbon monoksida.

Dua teori konspirasi itu merupakan beberapa dari sekian banyak yang dinilai aneh dan menyelimuti tragedi tersebut. Tetap ada, meski kematian Putri Diana sudah melampaui rentang 21 tahun lamanya.

Terkait

Load more