cancel
Rabu, 12 Agustus 2020

Ungkap Keluh-kesah Soal Sekolah Daring, Anji Disemprot Netizen

Anji kembali jadi perbincangan panas usai beropini tentang sekolah daring di media sosial.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe
cloud_download Baca offline
Anji Manji (MataMata.com)
Anji Manji (MataMata.com)

Matamata.com - Anji Manji sempat bikin heboh netizen soal postingan Covid-19. Kini suami Wina Natalia itu kembali jadi perbincangan panas usai beropini tentang sekolah daring di Instagram.

Anji memposting foto dan video anak-anaknya yang tengah sekolah daring belum lama ini. Anak Anji, Saga tampak kelelelahan mengerjakan tugas dalam sebuah foto. Sementara sang istri, Wina juga ikut kelelahan mendampingi sang anak.

Penyanyi Anji mengungkapkan pendapatnya soal sekolah daring. [Instagram]
Penyanyi Anji mengungkapkan pendapatnya soal sekolah daring. [Instagram]

"Kerepotan sekolah daring. Slide 4 repotnya anak saya yang ASD (Autism Spectrum Disorder) ketika harus terapi daring. Berdasarkan pengalamanmu, apa yang merepotkan dari sekolah daring?," tulis Anji dalam caption. 

"Sekolah daring untuk anak SD, adalah tersedotnya energi orangtua. Belum lagi yang anak berkebutuhan khusus atau berasal dari keluarga kurang mampu," tulis pemilik nama asli Erdian Aji Prihartanto ini di Twitter. 


Unggahan Anji ini pun menuai ragam reaksi netizen. Banyak yang sepakat, tapi tak sedikit pula yang nyinyir dengan cuitan keresahan Anji. 

Yang tak sependapat dengan Anji menilai kalau 41 tahu itu cuma bisa protes. Pasalnya menurut netizen, hal itu sudah menjadi risiko bagi orangtua.

Tapi yang setuju dengan Anji menilai, kelas daring memang tidak efektif. Membuat bosan anak, merepotkan orangtua sekaligus guru.

Penyanyi Anji [Suara.com]
Penyanyi Anji [Suara.com]

"Kalau memang nggak mau energi loe tersedot buat anak loe sendiri, cari guru privat yang bisa datang setiap hari buat bantu dampingi si kecil selama daring. Lu kan punya duit, mosok keluar dikit lagi demi anak kagak mau. Dibikin simple aja lah, adaptasi dengan sikon yang ada," kata pemilik akun @Bungilne.

"Protes teroooosss, memang cuma situ doang yang susah? Kenapa nggak diampil positifnya, jadi bisa lebih banyak waktu sama anak. Lebih bisa ngertiin anak juga. Lihat dari sisi negatif terus ya nggak ada habisnya," ujar akun @pandapvra.

Anji Manji (MataMata.com/Sumarni)
Anji Manji (MataMata.com/Sumarni)

"Murid-mirid saya kasihan Manji. Ada yang nggak ada sinyal nggak punya kuota buat akses internet dan materi pembelajaran. HP masih gabung sama kakak adik atau bahkan orangtua. HP dengan kapasitas ram kecil sehingga nggak bisa buat download banyak aplikasi pembelajaran yang digunakan sebagai media PJJ. Dan banyak lagi. Dan Jujur saya sedih. Di satu sisi saya ingin pembelajaran tetap berjalan. Di sisi lain saya tidak ingin memberatkan anak didik saya. Semoga pandemi segera berlalu dan keadaan normal kembali. Aamiin Ya Robbal'alamin," kata akun @diajeng_rieny.

"Bayar SPP tetap full tapi belajar sendiri di rumah cuma dikasih tugas-tugas. Kalau masyarakat menengah ke atas sih no problem. Tapi bagi masyarakat menengah ke bawah, sangat berat. Terutama di daerah pelosok perkampungan," timpal akun @dj.davin870.

Bagaimana menurutmu? [Ferry Noviandi]

Terkait

Load more