cancel
Selasa, 29 September 2020

Dwi Sasono Narkoba, Widi Mulia Diminta Ikut Konseling di RSKO

"Karena sekali lagi masalah napsa atau narkoba ini lingkungan lebih berperan. Jadi terapi yang kami pakai adalah community," ungkap Direktur Utama RSKO Jakarta, dr. Azhar Jaya.

Linda Rahmadanti
cloud_download Baca offline
Widi Mulia (MataMata.com/Sumarni)
Widi Mulia (MataMata.com/Sumarni)

Matamata.com - Untuk menghilangkan rasa kecanduan terhadap narkoba, Dwi Sasono harus menjalani serangkaian pengobatan hingga terapi. 

Beberapa tahapan dilakukan seperti detoksifikasi mengeluarkan racun hingga diterapi oleh dokter spesialis adeksi.

"Macam-macam kalau tahap detoksifikasi yang terapi dokter spesialis adeksi, maka kalau ditahap rehabilitasi ini lebih komplit lagi tenaganya," ungkap Direktur Utama RSKO Jakarta, dr. Azhar Jaya, saat ditemui di kantornya, Selasa (9/6/2020).


Setelah proses detoksifikasi yang dilakukan hingga dua pekan, barulah Dwi Sasono masuk ke dalam tahap rehabilitasi.

"Jadi di sini dokternya turun, psikolognya turun, konseler adiksinya turun, semua memberikan keahlian sesuai dengan keahliannya masing-masing," sambungnya.

Selain itu, Dwi Sasono juga melakukan terapi demi mencegah kembalinya dia menggunakan ganja. Namun bukan hanya lelaki 40 tahun itu menjalani terapi. Orang-orang terdekat dan keluarganya diwajibkan untuk menjalani terapi serupa.

"Karena sekali lagi masalah napsa atau narkoba ini lingkungan lebih berperan. Jadi terapi yang kami pakai adalah community," jelasnya.

Rencananya beberapa keluarga termasuk istrinya, Widi Mulia akan dipanggil dan melakukan konseling di RSKO.

"Nanti kita panggil, kasih konseling, kita kasih pendidikan gimana caranya misalnya sudah mulai terjadi perubahan dan sebagainya," sambungnya.

Sayang pihak RSKO tidak bisa langsung memberi tahu tingkat kecanduan narkotika yang dialami bintang film "2 Garis Biru" itu.

"Belum bisa saya sampaikam. Karena butuh pemeriksaan labulatorium, dan sebagainya kami juga masih butuh pemeriksaam psikiater, psikologis baru kita memberi tahu sampai dimana tingkat (kecandunannya)," jelas Azhar Jaya. (Ismail)

Terkait

Load more