Minggu, 12 Juli 2020

Tagihan Listrik Raffi Ahmad Rp 17 Juta tapi Sering Mati, Ini Penyebabnya

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mempertanyakan penyebab tagihan listriknya melonjak.

Tinwarotul Fatonah
cloud_download Baca offline
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Instagram/@raffinagita1717)
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Instagram/@raffinagita1717)

Matamata.com - Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mempertanyakan penyebab tagihan listriknya melonjak hingga Rp 17 juta. Tidak hanya itu, listrik di rumahnya juga sering turun.

Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya buka suara terkait besarnya tagihan listrik pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Melalui akun resmi di Instagram @pln_disjaya, mereka menjelaskan sebab tagihan listrik kedua pasangan artis itu bisa mahal.

Bahkan mereka memposting foto Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dengan beberapa petugas PLN.


PLN Ungkap Penyebab Tagilhan Listrik Raffi Ahmad Hingga Rp 17 Juta. (dok: Instagram/[pln_disjaya)
PLN Ungkap Penyebab Tagilhan Listrik Raffi Ahmad Hingga Rp 17 Juta. (dok: Instagram/[pln_disjaya)

"Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya mendapatkan solusi dari keluhan terkait permasalahan kelistrikan di rumah mereka," tulis akun @pln_disjaya di caption foto yang diposting.

Dalam akunnya, pihak PLN menjelaskan, bahwa pasangan tersebut menyampaikan kendala terkait 3 hal, pertama tagihan yang besar mencapai 17 juta per bulan, kedua token listrik yang harus diinput berkali-kali setiap 2 hari sekali dan terakhir listrik yang sering turun.

Kemudian pihak PLN mengungkap penyebab biaya listrik mahal di rumah Raffi dan Nagita lantaran banyaknya penggunaan alat elektronik.

"PLN kemudian menjelaskan bahwa tingginya biaya konsumsi listrik bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar," jelasnya.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina [Herwanto/Matamata.com]
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina [Herwanto/Matamata.com]

"Sedangkan terkait keluhan soal token listrik yang harus diinput berkali-kali PLN menyarankan kepada pelanggan agar membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan," tulis pihak PLN.

Untuk listrik yang kerap kali turun, hal itu disebabkan oleh MCB (Miniature Circuit Breaker) pada panel listrik pelanggan overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata.

Raffi pun diminta untuk menghubungi pihak berwenang untuk memperbaiki keluhan tersebut.

"Dikarenakan batas kewenangan PLN untuk pasokan listrik pelanggan hanya sampai ke kWh meter, pasangan tersebut diminta untuk menghubungi instalatir resmi yang tersertifikasi dan terdaftar dalam Asosiasi Kontraktor Listrik untuk melakukan perbaikan pada instalasi rumah pelanggan," tutupnya. (Ismail)

Terkait

Load more