Kamis, 09 Juli 2020

Buntut Haji Ditiadakan, Sahrul Gunawan Didesak Kembalikan Uang Jemaah

Didesak kembalikan uang jemaah, Sahrul Gunawan kebingungan.

Linda Rahmadanti
cloud_download Baca offline
Sahrul Gunawan (MataMata.com/Ismail)
Sahrul Gunawan (MataMata.com/Ismail)

Matamata.com - Karena pandemi virus corona belum berakhir, Menteri Agama Fachrul Razi memutuskan pembatalan keberangkatan calon Haji Indonesia 2020. 

Keputusan ini memberikan dampak pada bisnis Sahrul Gunawan di bidang travel Haji dan Umrah. Sebelumnya, ia telah menangguhkan keberangkatan 2000 jamaah Umrah di bulan lalu, dan kini harus menghormati keputusan pemerintah soal keberangkatan haji.

Tidak dipungkiri, pembatalan Haji membuat bisnisnya merugi. Namun bukan secara materi langsung, melainkan kebingungan untuk memberikan penjelasan kepada calon jamaah.


“Bukan yang rugi harus mengganti uang jamaah, lebih kepada pengelolaan saja. Jadi membingungkan, kita juga didesak untuk mengembalikan uang (pada calon Jemaah Haji),” kata Sahrul Gunawan kepada Matamata.com, Selasa (2/6/2020).

Sementara jamaah menuntut uang mereka kembali, Sahrul Gunawan telah menyetorkannya ke berbagai vendor.

“Maskapai, visa, hotel, dan keperluan Jamaah selama di sana sudah kami urus. Sekarang kalau mereka minta dikembalikan, kita sebagai penyelenggara harus kemana? Karena kantor pun pada tutup. Itulah yang membingungkan,” papar aktor 44 tahun ini.

Sahrul Gunawan (Ismail/Suara.com)
Sahrul Gunawan (Ismail/Suara.com)

“Saya pun kalau memiliki kelebihan finansial, bisa mengganti. Tapi kan kenyataannya tidak bisa semudah ini,” imbuhnya.

Akibat pandemi virus corona, Sahrul Gunawan mau tidak mau harus menangguhkan kembali keberangkatan ribuan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci.

“Totalnya ada 2.225, kalau travel saya tahun ini kuota hajinya tidak banyak. Hanya sekitar 40 orang, sisanya jamaah umroh,” jelas Sahrul Gunawan.

Sebagai pemilik travel haji dan umrah yang terkena dampak, Sahrul Gunawan memilih berpikir positif. Walaupun awalnya sempat merasa stres dan bingung, keputusan ini terasa tepat.

“Kasus virus corona di Indonesia cukup tinggi, apalagi yang berangkat haji sudah lansia. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan, saya rasa keputusan ini lebih baik,” pungkasnya. (Rena Pangesti)

Terkait

Load more