Senin, 01 Juni 2020

Tak Ada Resepsi Karena Corona, Arief Muhammad: Waktunya Patahkan Pola Pikir

Menurut Arief Muhammad, adanya corona mampu mengubah cara pandang dan pola pikir terhadap pernikahan.

Linda Rahmadanti
cloud_download Baca offline
Arief Muhammad. (Instagram/@ariefmuhammad)
Arief Muhammad. (Instagram/@ariefmuhammad)

Matamata.com - Selain artis, banyak orang yang menikah akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar resepsi karena sedang wabah corona. Hal itu menurut Arief Muhammad merupakan waktu yang tepat untuk orang yang ingin menikah namun terbentur dengan dana pesta pernikahan.

Tak perlu pesta pernikahan mewah, hanya cukup menggelar akad bersama keluarga besar.

Hal ini juga tidak akan menjadi buah bibir tetangga lantaran sedang ada pandemi.


''Teman-teman yang punya rencana menikah, atau yang pengin banget nikah tapi terbentur dana pesta pernikahan, sekarang (mungkin) waktu yang tepat untuk menikah sih. Cukup akad bersama keluarga terdekat tanpa perlu pesta dan undangan yang berlebihan, 1 dunia akan memaklumi, dan tetangga2 juga tidak akan julid. “Oh wajar sih, lagi corona..”,'' tulis Arief Muhammad.

Arief Muhammad (Instagram @ariefmuhammad)
Arief Muhammad (Instagram @ariefmuhammad)

Menurut Arief Muhammad, adanya wabah virus corona ini juga mengubah cara pandang dalam pernikahan.

Saat ini dinilainya menjadi waktu yang tepat untuk mematahkan pola pikir generasi jika menikah harus dirayakan dengan pesta besar-besaran.

''Nyadar nggak, pandemi corona ini sedikit atau banyak mengubah cara pandang dan cara berpikir kita akan sesuatu? Salah satunya, pernikahan.
.
Mungkin, ini waktu yang tepat untuk mematahkan pola pikir generasi di atas kita kalau nikahan itu harus dirayakan besar-besaran. Ngundang banyak orang yg bahkan nggak kita kenal, order banyak makanan yang belum tentu habis, dan nyewa dekor mewah yang biasanya akan dihancurkan beberapa menit setelah resepsi selesai,'' jelas Arief Muhammad.

Lebih lanjut, menurutnya saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan bahwa nikah yang terpenting adalah akadnya, bukan pestanya.

Arief Muhammad (Instagram/@ariefmuhammad)
Arief Muhammad (Instagram/@ariefmuhammad)

Uang yang habis digunakan pesta pernikahan bisa dialihkan untuk modal menjalani rumah tangga.

''Mungkin, ini waktu yang tepat untuk ngebuktiin kalau nikahan itu yang penting cuma akadnya, kok. Bukan pestanya. Duit tabungan yang tadinya mesti dikeluarin dan dihabiskan untuk party 1 malem, bisa dialihkan jadi modal untuk ngejalanin rumah tangga. Lebih penting dan tepat sasaran.

Sekarang udah bukan tentang modal dan komitmen lagi, tapi PR-nya NIAT dan KEBERANIAN. Selamat berjuang, yaa. Semangat! Niat baik pasti akan ada aja jalannya. .'' tutupnya.

Kalau kamu termasuk tim yang mana? Nikah harus pesta mewah atau cukup akad saja yang terpenting?

Terkait

Load more