Minggu, 29 Maret 2020

Heboh 2 Orang Karantina Corona Kabur di Bali, Nana Mirdad Cerita Faktanya

Dua orang itu merupakan teman dekat Nana Mirdad dan Andrew White.

Tinwarotul Fatonah
cloud_download Baca offline
Nana Mirdad (Instagram/@nanamirdad)
Nana Mirdad (Instagram/@nanamirdad)

Matamata.com - Nana Mirdad angkat bicara soal kabar yang menghebohkan di Bali baru-baru ini. Yakni tentang rumor dua orang penderita corona kabur dari karantina.

"Saya mau memberikan kronologi tentang 'bapak dan anak yang kabur dari karantina' yang sedang heboh di Bali saat ini. Miris melihat pemberitaan media yang bilang bahwa mereka adalah pasien yang kabur," ungkap Nana Mirdad lewat Instagram Story-nya pada Rabu (25/3/2020).

Secara tegas Nana Mirdad mengatakan bahwa kedua orang itu memang kabur namun bukan pasien positif corona.


Nana Mirdad bisa tahu semuanya karena dua orang itu merupakan teman dekat dirinya dan suami, Andrew White.

"Dari mana saya tahu kronologi ini? Karena T*ny sekeluarga adalah teman saya dan Andrew. Saya sangat prihatin melihat mereka diperlakukan seperti ini dan diberitakan seakan-akan mereka pasien yang melarikan diri dan pantas diasingkan masyarakat, Come on guys, kita memang sedang menghadapi pandemik. Tapi apa kita mau memperlakukan manusia seperti ini?" kata anak Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini.

Ibu dua anak ini pun menjelaskan kronologi dan fakta sebenarnya.

Menurutnya, satu orang berusia 17 tahun baru datang United Kingdom (UK). Ia diperiksa bersama 40 penumpang lainnya. Hasilnya termometer pun mereka semua normal dan sehat.

Namun tiba-tiba, gadis 17 tahun itu satu-satunya yang dipanggil dan diharuskan untuk tes rapid. Sayangnya, alat tes tak tersedia sehingga gadis itu akhirnya dikarantina.

Melihat anak gadisnya akan dikarantina sendirian, sang ayah teman Nana Mirdad itu langsung menemaninya di tempat karantina.

Hanya saja tak ada pengawasan atau tindak lanjut dari pihak medis untuk gadis 17 tahun. Bahkan tempat karantina juga tak layak.

Sehingga sang ayah memutuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah. Ia memeriksakan putrinya di dokter dan dinyatakan sehat.

Namun, sekitar 100 orang mendatangi rumah mereka dan memaksa untuk kembali ke tempat karantina di tengah-tengah perayaan Hari Nyepi.

Yang lebih mengecewakan Nana Mirdad, foto, video bahkan nomor telpon pribadi mereka disebar di media sosial hingga mereka mendapatkan teror setiap saat.

Andrew White dan Nana Mirdad. (Suara.com/Sumarni)
Andrew White dan Nana Mirdad. (Suara.com/Sumarni)

Nana Mirdad pun meminta pihak pemerintah untuk lebih memerhatikan standar pemeriksaan di bandara untuk turis asing.

"Coba kita sama-sama lihat lagi ketentuan pemerintah untuk karantina bagi warga asing, Jika mereka sakit maka petugas berhak menahan. Tapi jika mereka sehat? Pemerintah strongly advise self quarantine," ungkapnya.

"Bukan pengambulan paksa dan acak di airport seperti ini. Apalagi anak ini baru 17 tahun. Dipisahkan dari kakaknya di airport meskipun dia sehat," tambahnya.

Nana Mirdad juga menegaskan kalau dua orang ini adalah Warga Negara Indonesia.

Di akhir tulisan panjangnya, Nana Mirdad mengajak untuk lebih memahami soal prosedur karantina agar tidak salah sasaran.

"So mari kita pikirkan bersama-sama lagi siapa yang wajib ada di karantina dan siapa yang tidak. Dan bagaimana kondisi dan kesiapan katantina di Indonesia saat ini,"

"Tujuan kita sama-sama ingin pandemik ini berakhir dan sebisa mungkin tetap menghargai dan memperlakukan orang-orang sesuai dengan haknya masing-masing. Jangan sampai kita jadi kehilangan akal sehat karena pandemik ini okay guys," pungkasnya.

Terkait

Load more