Rabu, 22 Januari 2020

Tangisnya Pecah! Istri Zul Zivilia Curhat Sudah Tak Punya Biaya Hidup

SPP sekolahnya saja sampai menunggak.

Tinwarotul Fatonah
cloud_download Baca offline
Istri Zul Zivilia, Retno Paradinah. (Matamata.com)
Istri Zul Zivilia, Retno Paradinah. (Matamata.com)

Matamata.com - Retno Paradinah sangat kecewa sidang tuntuatn sang suami kembali ditunda hingga keenam kalinya. Selain resah menunggu kepastian, istri Zul Zivilia juga sedih karena uangnya terus terkuras.

Pasalnya, setelah Zul Zivilia ditangkap karena kasus narkoba, Retno menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi setiap menemani suami sidang, ia mengeluarkan uang yang tak sedikit.

Belum lagi, sang ayah yang menjadi pengacara Zul Zivilia menetap di Makassar dan harus bolak-balik setiap kali sidang.


"Harapannya jangan ditunda lagi ya, kasihan. Selain tiket (pulang pergi ayah), ada kebutuhan lebih penting, cuma ya mau gimana ya, butuh pengacara. Ya harapannya saya nggak ditunda," kata Retno Pardinah usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (25/11/2019).

Retno Paradinah mengaku kalau tabungannya sudah terkuras habis untuk membiayai hidup selama ini. Ia juga telah menjual sejumlah barang untuk kebutuhan hidup.

"Kalau simpanan sudah habis, sudah jual alat musik juga. Masih ada piano satu, jadi kalau kami, sudah nggak punya apa-apa lagi," kata Retno sambil menangis.

Untuk bayaran sekolah anak-anaknya pun, istri Zul Zivilia mengaku sudah menunggak beberapa bulan. Namun untuk meminta kepada saudara atau sahabat Zul, Rento mengaku tak enak hati.

"Saya minta ke mertua juga kasihan, saya nggak enak. Kayak minggu ini saya cuma minta tabahan sejuta. Karena kemampuan saya cuma segini," tutur Retno.

Zul Zivilia [Evi Ariska/Suara.com]
Zul Zivilia [Evi Ariska/Suara.com]

"Teman-teman bantu doa aja sih, saya juga nggak pernah beratin teman-temannya. Kecuali Zul bilang minta tolong ke sini," ujar Retno.

Sementara untuk kebutuhan hidup sehari-hari Retno mengaku berdagang barang-barang di online shop. Namun pendapatannya sangat jauh dari kebutuhan.

"Bulan ini benar-benar lagi susah banget, kebutuhannya banyak banget," kata Retno menangis. (Evi Ariska)

Terkait

Load more