Selasa, 12 November 2019

Buka Sekolah Jahit untuk PSK, Dita Soedarjo Sempat Ditolak Mentah-mentah

Meski mengaku kesulitan, namun Dita Soedarjo tidak pernah menyerah.

Linda Rahmadanti | Yuliani
Dita Soedarjo. (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)
Dita Soedarjo. (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)

Matamata.com - Dita Soedarjo sempat ditolak Pekerja Seks Komersial (PSK) saat melangsungkan kegiatan amal. Mantan Denny Sumargo tersebut tergerak untuk mengubah cara hidup mereka dengan cara yang benar.

"Aduh itu mah aku ditolak habis-habisan (oleh PSK). Itu udah 3 kelas terus nggak mau lagi (para PSK). Kan aku ngajarin mereka supaya mereka dapet uang yang halal kan, tapi akhirnya mereka mendingan balik ke kehidupan lamanya," kata Dita Soedarjo saat ditemui di Plaza Indonesia, Thamrin, Kamis (31/10/2019).

Dita sengaja membuat kelas menjahit agar menjadi bekal bagi para PSK. Mereka pun dididik dengan tenaga ahli dan disediakan segala perlengkapannya oleh Dita.

"Bayangin kemarin aku udah beliin mesin (jahit) segala macem, udah ada tempat tinggalnya, dibayarin makannya terus dikasih perhatian. Memang kita kan menjual baju ya nggak bisa ngasal, jadi diulang-ulang gitu. Gimana ya terlalu susah kali ya," ujarnya.


Dita Soedarjo/ Instagram @ditasoedarjo
Dita Soedarjo/ Instagram @ditasoedarjo

Namun, ia justru dapat penolakan dan harus ikhlas melepas semuanya. Sebab, para pekerja seks itu justru akhirnya meninggalkannya.

"Mereka bilang lebih gampang jadi PSK, kan harus jahit begini disuruh ulang-ulang terus, dia ngambek. Ya tapi aku nggak bisa nyalahin mereka lah, karena kan mereka jahit jahit 8 jam dapet 500 ribu (rupiah). Mereka cuma satu jam aja (jadi PSK) bisa dapet harga yang sama. Iya nggak sih, mereka lebih pahamin," tuturnya.

Meski begitu, Dita mengaku tak kapok untuk mengubah kehidupan para PSK. Kini, ia memulai segala sesuatu dari awal.

"Aku sekarang udah nggak beli mesin. Aku sekarang mulai dari pikiran dulu. Jadi, di sini aku mau ganti cara psikologisnya dulu, aku harus ganti cara pikirnya. Sempet kesel loh aku sempet kayak 'ih kenapa sih udah bener-bener, nggak tau terimakasih', aku rada lebay gitu. Tapi aku tanya diri aku sendiri 'eh Dita, elu aja berubah susah apalagi lu ajarin orang berubah' ya kan?" Pungkasnya.

Terkait

Load more