Jum'at, 13 Desember 2019

Bukan Liburan, Chacha Frederica Mau Nyantren di Amerika

Jika tak ada halangan, Chacha Frederica berniat masuk pesantren yang dipimpin langsung oleh imam besar di New York, Shamsi Ali.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe
Chacha Frederica  (MataMata.com/Sumarni)
Chacha Frederica (MataMata.com/Sumarni)

Matamata.com - Artis Chacha Frederica mengungkap keinginannya untuk masuk salah satu pesantren di Amerika Serikat. Rencananya, dia akan berangkat bareng teman-teman kajiannya tahun depan.

"Persiapannya masih belum sih. Sebenarnya pengin dari tahun lalu sama kajian aku yang isinya anak-anak muda, yang baru mau belajar tentang kehidupan dunia islami perginya. Aku pengin ngajak bersama teman-teman dalam wadah itu untuk ke Amerika nyantren bareng," ujar Chacha Frederica, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Chacha Frederica [Sumarni/Suara.com]
Chacha Frederica [Sumarni/Suara.com]

Pemilihan Amerika Serikat pun sebetulnya bukan tanpa alasan. Perempuan 29 tahun ini ingin mematahkan stigma yang mengatakan kalau pergi ke Amerika Serikat cuma buat senang-senang.

"Karena aku mau mematahkan imej bahwa kalau kamu pergi ke dunia barat hanya bisa cuma have fun, senang-senang doang tanpa ingat dunia akhirat. Jadi kesannya dunia barat duniawi. Tapi ternyata bisa kok kamu inget akhirat di sana," tutur Chacha Frederica.


"Tapi benar nazar khusus itu nggak ada. Ini cuma murni buat mematahkan kalau orang-orang ke Amerika Eropa cuma senang-senang. Ternyata nggak loh kita juga bisa belajar," sambung istri Dico Giandito ini.

Jika tak ada halangan, pemain film Kuntilanak 2 ini berniat masuk pesantren yang dipimpin langsung oleh imam besar di New York, Shamsi Ali.

Chacha Frederica [Suara.com/Sumarni]
Chacha Frederica [Suara.com/Sumarni]

"Aku pernah ke New York ketemu imam besarnya Shamsi Ali. Tapi aku belum ke lokasi pesantrennya karena masih direnovasi. Di sana emang ada pesantren. Itu biasanya buat seminggu atau 14 hari," kata Chacha Frederica. 

Tak cuma itu, Chacha Frederica juga menyebut keputusannya nyantren sebenarnya agar tidak mudah terprovokasi.

"Intinya kita nggak cuma di Amerika, di Eropa juga kita bisa belajar tentang kejayaan islam di sana. Kenapa harus belajar sejarah? Supaya nggak mudah terprovokasi atas isu. Karena kita baca, tahu dengan fakta," kata Chacha Frederica menjelaskan. [Sumarni]

Terkait

Load more