Minggu, 20 Oktober 2019

Bukan karena Promo Gundala Disanksi, Ini Alasan Joko Anwar Minta KPI Bubar

Gimana netizen, kamu setuju dengan Joko Anwar atau punya pendapat sendiri?

Tinwarotul Fatonah
Joko Anwar (Suara.com/Sumarni)
Joko Anwar (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Joko Anwar membantah sengaja mengkritik keras Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gara-gara promo film garapannya, Gundala kena sanksi.

"Oh saya sih bukan mempermasalahkan promo Gundala yang kena sanksi KPI ya. Tapi ada program-program kayak Spongebob gitu kena sanksi," ujar Joko Anwar di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).

"Menurut saya kalau sampai ada satu lembaga yang bisa memberi statement bahwa tayangan seperti Spongebob itu adalah tayangan yang melanggar norma-norma itu menurut saya lembaga tersebut tidak usah dipercaya ketika mereka menilai apa pun di dunia ini, karena sudah nggak make sense," lanjutnya


Sutradara ternama ini menilai larangan dari KPI bisa menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Pasalnya Joko Anwar melihat tidak sepatutnya tayangan Spongebob Squarepants kena sanksi.

Joko Anwar [Suara.com/Sumarni]
Joko Anwar [Suara.com/Sumarni]

"Pokoknya ini bukan masalah promo Gundala. Yang terjadi adalah orang-orang sekarang sudah mulai gelisah dan gerah karena banyak sekali lembaga yang menentukan apa yang harus kita lihat, apa yang boleh kita lihat, apa yang tidak boleh kita lihat. Dan ini menganggap kita sebagai masyarakat yang tidak berdaya. Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang bisa memilih tontonan yang baik dan cocok untuk mereka dan keluarga mereka, termasuk anak-anak mereka," kata Joko Anwar menjelaskan.

Yang pasti, sutradara film Pengabdi Setan ini mendukung agar instansi seperti KPI segera dibubarkan pemerintah. Keberadaannya bagi Joko Anwar tidak diperlukan.

"Jadi yang namanya KPI menurut saya keberadaannya sudah tidak harus ada di Indonesia. Bubarkan KPI," ujar Joko Anwar. (Sumarni)

Terkait

Load more