Selasa, 19 November 2019

Lama Dipendam, Dian Sastro Ungkap Anak Pertamanya Didiagnosa Autisme

Pilu! Begini curhatan Dian Sastro mengenai anak.

Linda Rahmadanti
Dian Sastrowardoyo (Suara.com/Sumarni)
Dian Sastrowardoyo (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Dian Sastrowardoyo mengaku bahwa putra pertamanya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo, mengalami kelainan autisme. Hal tersebut disadari saat usia putra sulungnya menginjak 7 bulan.

Menurut bintang film Ada Apa Dengan Cinta itu, 7 ciri-ciri seorang anak yang mengalami autis terdapat di putranya.

"Dari 7 signs itu ada ciri dalam anak saya. Hal ini terjadi di anak pertama saya anak laki-laki. Dari 7 ciri itu, anak saya ada ketujuh-tujuhnya," kata Dian Sastrowardoyo saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Beberapa ciri yang terdapat di anak autis antara lainnya adalah Shailendra tidak memilki ketertarikan untuk berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Bahkan bila si sulung menginginkan sesuatu tidak langsung menunjuk melainkan menarik tangannya si ibu.


"Saya mengira dia emang ansos karena bapaknya juga nggak terlalu banyak temennya. Misalnya gitu, yang kedua kadang kalau dia mau nunjukin sesuatu, saya ditarik tangannya terus dipegangin ke apa yang dia mau tunjukin,"

Hal lain yang membuat Dian sedih adalah putranya sulit untuk meniup lilin ulang tahun.

"Dia nggak bisa tiup lilin, sampai umur 2 tahun kita latihan berkali-kali supaya dia nggak malu-maluin pas lagi tiup lilin," jelas Dian.

Dian Sastrowardoyo. (Instagram/@therealdisastr)
Dian Sastrowardoyo. (Instagram/@therealdisastr)

Selain itu, Dian semakin sedih karena jarang sekali ada kontak mata dengan anak sulungnya tersebut.

"Terus terang sebagai orangtua kita juga merindukan kondisi batin. Di film tuh orangtua bisa lihat-lihatan sama anak. Hal itu nggak bisa terjadi sama anak saya sampe umur 4 tahun," sambung Dian Sastro.

Beruntung setelah mengetahui putranya mengalami autis Dian Sastrowardoyo langsung menerapi buah hatinya. Bahkan di umur 6 tahun, Shailendra sudah tidak memerlukan terapi.

"‎Saat ini anak saya sudah kelas 3 SD, dari kelas1 SD sudah nggak terapi lagi dan bisa berfungsi dengan baik, di sekolah dia bisa ikutin pelajaran dengan baik, dan punya banyak teman," tutur Dian.

"Sekarang kemampuan sosialnya sudah meningkat. Sekarang sudah bisa curhat sama saya, cerita, gosip, jail, planning jailin adiknya. Semua hal-hal sosial yang dia punya ketertarikan untuk punya temen. Sekarang yang saya lakukan adalah dibanyakin les, basket dua kali seminggu, renang dua kali seminggu," pungkas Dian.

Dian Sastro kini melihat banyak peningkatan anaknya, sejak saat pertama didiaognosis Autis hingga sekarang sudah banyak perkembangan yang positif. (Ismail)

Terkait

Load more