Sabtu, 19 Oktober 2019

Tegaskan Dirinya Bukan Pengacara Abal, Kumalasari: Aku Punya Legalitas!

Barbie Kumalasari mengatakan bahwa dirinya memiliki banyak berkas yang menunjukkan bahwa dirinya benar merupakan seorang pengacara.

Linda Rahmadanti
Barbie Kumalasari [Matamata.com/Revi]
Barbie Kumalasari [Matamata.com/Revi]

Matamata.com - Artis Barbie Kumalasari angkat bicara soal isu tempatnya menuntut ilmu sering melakukan praktik jual beli ijazah. Karena itu pulalah muncul dugaan ijazah Sarjana Hukum yang diperolehnya palsu dan statusnya sebagai seorang advokat diragukan.

"Kan aku udah bilang. Aku punya legalitas. Aku punya berita acara sumpah, urusan itu tanya saja ke universitasnya. Sekarang gini saja kalau orang bicara jual beli, kita ada pengadilan tinggi, nggak gampang loh itu," ujar Barbie Kumalasari di Polda Metro Jaya, Jumat (26/7/2019).

"Jadi bukan cuma ijazah aja tapi ada banyak surat-suratnya. Yang jelas saya sebagai pengacara ada berkasnya," katanya lagi.


Istri Galih Ginanjar ini sebenarnya tidak heran digosipkan sebagai pengacara abal-abal. Pasalnya pemain Bidadari itu baru berani mengungkap statusnya sebagai advokat baru-baru ini. Itu pun sebetulnya ada alasannya sendiri.

Barbie Kumalasari bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (11/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Barbie Kumalasari bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (11/7). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Awalnya namanya manusia ya, kan selama ini kan kenapa aku bicara aku lawyer karena memang permintaan dari salah satu organisasi aku. Karena kan mungkin artis yang jadi pengacara apalagi wanita, yang terpublish bisa dihitung dengan jari," kata Barbie Kumalasari.

Kabar Barbie Kumalasari seorang advokat abal-abal sebelumnya makin mencuat lantaran ada laporan di Polda Metro Jaya.

Barbie dilaporkan atas dugaan memiliki ijazah palsu oleh seorang bernama Pitra Romadoni. Tapi belakangan, laporan itu telah dicabut. Barbie bisa membuktikan jika ijazahnya adalah asli.

Suara.com/Sumarni

Terkait

Load more