Seleb

Sebelum Jadi Maestro Keroncong, Mus Mulyadi Sempat Jadi Gelandangan

Mus Mulyadi sempat menjadi gelandangan di Singapura.

Linda Rahmadanti

Mus Mulyadi. (YouTube/GNP Music)
Mus Mulyadi. (YouTube/GNP Music)

Matamata.com - Dunia hiburan kini sedang di rundung duka. Pasalnya sang maestro keroncong, Mus Mulyadi baru saja tutup usia pada Kamis (11/4/2019) sekitar pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah.

Mus Mulyadi sendiri merupakan seorang maestro keroncong Indonesia asal Surabaya. Ia mendapat julukan "Buaya Keroncong".

Kabar Mus Mulyadi meninggal dunia. (Instagram/@erick_mus)
Kabar Mus Mulyadi meninggal dunia. (Instagram/@erick_mus)

Beberapa karyanya berhasil menjadi hits. Selain itu Mus Mulyadi juga pernah menjadi anggota Favourite Band.

Sebelum menjadi maestro keroncong ternama, Mus Mulyadi ini sempat mengembara ke Singapura. Mus dan ketiga temannya nekat mengadu nasib ke Singapura pada tahun 1967.

Namun sayang, Mus Mulyadi tak langsung menyenyam nasib baik. Dua tahun di Singapura, Mus Mulyadi tak kunjung mendapatkan tawaran show.

Oleh sebab itu dirinya sempat menjadi gelandangan, kelaparan, dan terlunta-lunta tanpa makanan, pekerjaan, dan uang.

Namun berkat keuletan dan kesabarannya, ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengubah nasibnya. Sempat menjadi pengangguran, Mus Mulyadi berhasil menciptakan sebuah lagu dan membentuk sebuah band bernama The Toxic.

Kemudian ia membuat 2 album pop dan keroncong yang akhirnya mengantarkan Mus Mulyadi pada kesuksesan. Ia berhasil meraup 2.800 dollar Singapura untuk dua piringan hitam.

Setelah berhasil menuai kesuksesan, Mus Mulyadi akhirnya memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Selamat jalan Mus Mulyadi, karyamu akan selalu dikenang.

Berita Terkait

Berita Terkini

Live Report