cancel
Selasa, 11 Agustus 2020

Aktor Senior Deddy Mizwar Diperiksa KPK

Kenakan kemeja putih dan celana hitam, Deddy Mizwar datang ke KPK.

Tinwarotul Fatonah
cloud_download Baca offline
Deddy Mizwar seusai melakukan rapat di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (25/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Deddy Mizwar seusai melakukan rapat di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (25/9/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Matamata.com - Aktor senior sekaligis mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Pemain Nagabonar ini diperiksa KPK guna mendalami dugaan aliran dana suap terkait rencana revisi perubahan peraturan daerah tata ruang Kabupaten Bekasi, yang dinilai sebagai pintu masuk kongkalikong proyek suap Meikarta.

Deddy Mizwar tiba di Gedung KPK pada Rabu (12/12/2018) sekitar pukul 10.15 WIB. Deddy Mizwar yang tiba didampingi rekannya tampak mengenakan pakaian kemeja putih dengan dipadukan celana hitam.

''Tadi saya lihat (dalam mobil) sepi, eh nggak taunya pada keluar semua,'' ujar Deddy Mizwar diikuti tawa setiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).


Setibanya di Gedung KPK, Deddy Mizwar yang didampingi rekannya itu langsung memasuki ruang Gedung KPK guna menjalani pemeriksaan terkait kasus suap proyek Meikarta.

Deddy Mizwar/instagram@deddy_mizwar
Deddy Mizwar/[email protected]_mizwar

Sebelumnya juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan akan memanggil Deddy Mizwar. Aktor senior Indonesia tersebut dipanggil guna mendalami terkait kasus suap proyek Meikarta.

''Informasinya besok mantan Wagub Jabar akan diperiksa terkait kasus suap proyek Meikarta,'' kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (11/12/2018) kemarin.

Fyi, KPK telah menetapkan 9 tersangka dalam kasus ini, antara lain ialah Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Billy Sindoro. Kemudian, konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).

Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).

Neneng Hasanah beserta anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji oleh para petinggi Lippo Group, terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta pada lahan seluas 774 hektare. KPK menduga uang suap itu dibagi dalam tiga tahap pemberian. Bupati Neneng disebut baru mendapatkan Rp 7 miliar dari Lippo Group.

Berita ini sudah dipublikasikan sebelumnya di Suara.com.

Terkait

Load more