Sabtu, 18 Januari 2020

Pose Bareng Prabowo Jadi Kontroversi, Apa Kata Rachel Vennya?

Sebelum kontroversi publik melebar ke mana-mana, Rachel Vennya pun memberikan klarifikasi.

Tinwarotul Fatonah
cloud_download Baca offline
Rachel Vennya berhijab. (Instagram/@rachelvennya)
Rachel Vennya berhijab. (Instagram/@rachelvennya)

Matamata.com - Rachel Vennya, selebgram yang terkenal di media sosial penuh kontroversi. Ia kini kembali mengundang pro kontra. Kali ini, bukan karena foto dirinya dengan busana seksi atau kebiasaannya menghadiri kelab malam, melainkan posenya bersama Calon Presiden Prabowo Subianto.

Padahal sejak memutuskan untuk menikah dengan kekasih hatinya Niko Hakim, selebgram Rachel Vennya fokus melakukan hal positif.

Sebelum kontroversi publik melebar ke mana-mana, Rachel Vennya pun memberikan klarifikasi. Ibu satu anak itu membantah dirinya terlibat dalam kampanye politik Calon Presiden Nomor Urut 2 tersebut.

''Aku nggak heran sih ternyata foto ini menimbulkan pro dan kontra, tapi aku di sini cuma mau memperjelas: aku tidak pernah mengaku hijrah, aku tidak dibayar sebagai buzzer atau sebagai apapun,'' tulis Rachel Vennya dalam Instagram Story-nya, Rabu (24/10/2018).


Rachel Vennya beri penjelasan soal fotonya bersama Prabowo Subianto yang menjadi kontroversi. [instagram/rachelvennya]
Rachel Vennya beri penjelasan soal fotonya bersama Prabowo Subianto yang menjadi kontroversi. [instagram/rachelvennya]

Rachel Vennya menjelaskan bahwa kedatangannya di kediaman Prabowo Subianto semata-mata untuk memenuhi undangan. Pengusaha muda sukses tersebut juga menjamin dirinya tak mendapat paksaan untuk memilih pasangan calon nomor urut dua di Pilpres 2019 nanti.

''Aku dan teman-teman diundang bapak untuk sekadar mengenal lebih dekat, tidak ada paksaan memilih siapa. Aku juga tidak pernah mengajak siapapun untuk satu suara denganku apalagi masalah politik. Aku yakin semua orang punya alasannya sendiri,'' sambung Rachel Vennya.

Terakhir, selebgram yang mengaku sedang belajar menutup aurat itu menjelaskan soal perbedaan, khususnya dalam hal politik. Rachel Vennya seperti ingin menegaskan bahwa dirinya tak pernah bermaksud untuk mengatur pilihan publik.

''Berbeda itu wajar menurutku, karena pelangi nggak akan indah kalau satu warna. Jadi kalau sikap politikmu merusak hubunganmu, yang salah adalah sikapmu. Kalau kata Dilan, 'tidak mencintai bukan berarti membenci','' tutup Rachel Vennya.

Berita ini sudah dipublikasikan sebelumnya di Suara.com.

Terkait

Load more