cancel
Sabtu, 08 Agustus 2020

5 Fakta Perjalanan Karier Sapardi Djoko Damono, Penulis Hujan Bulan Juni

Tidak kurang dari 35 karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel dirilis Sapardi Djoko Damono.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe
cloud_download Baca offline
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Matamata.com - Kabar duka tengah menyelimuti dunia sastra Indonesia. Penyair terkenal Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di RS Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan pada Minggu (19/7/2020).

Penyair 80 tahun itu meninggal lantaran komplikasi penyakit yang diderita. Mendiang sudah dirawat di rumah sakit lantaran kondisi kesehatan yang menurun sejak 9 Juli 2020. 

“Tidak ada komunikasi terakhir. Karena memang kesadarannya memburuk,” kata Nana, mewakili pihak keluarga sang pujangga kepada Suara.com.

Almarhum Sapardi Djoko Damono disemayamkan di rumah duka Kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Rencananya, sastrawan asal Surakarta itu akan dimakamkan di Taman Pemakaman Gritama, Giri Tonjong, Bogor.


Sembari mengenang karya-karya Sapardi Djoko Damono, Yuk intip perjalanan karier penulis puisi Hujan di Bulan Juni ini di bawah ini:

Sapardi Djoko Damono. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)
Sapardi Djoko Damono. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

1. Masa kecil

Sapardi Djoko Damono lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 20 Maret 1940. Sang penyair akrab disapa SDD yang sudah akrab dengan karya sastra puisi sejak SMP.

Di masa ini, SDD menulis sejumlah karya yang dikirim ke beberapa majalah. Hingga duduk di bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, karya-karya beliau terutama puisi tentang cinta semakin cemerlang. 

2. Rintis karier

Karier professional Sapardi Djoko Damono dimulai pada 1967 saat ia merilis karya sastra bertajuk Duka-Mu Abadi.

SDD juga aktif menerjemahkan karya sastra lain seperti milik Ernest Hemingway yang kini berjudul Lelaki Tua dan Laut (1973), selain menulis puisi maupun cerpen. 

Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

3. Karya legendaris

Tidak kurang dari 35 karya sastra seperti puisi, cerpen dan novel dirilis Sapardi Djoko Damono. Beberapa di antaranya mencetak hits, salah satunya Hujan Bulan Juni.

Selain itu, ada pula puisi Aku Ingin, di mana baitnya awalnya kerap ditulis pada undangan pernikahan lantaran romantisnya karya tersebut.

Ada pula beberapa karya SDD yang dimusikalisasi oleh penyanyi Reda Gaudiamo Bersama gitarisnya almarhum Ari Malibu.

Sapardi Djoko Damono [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono [Instagram/@damonosapardi]

4. Aktif menggelar talkshow daring

Sapardi Djoko Damono aktif membagikan ilmu menjelang usia senja. Lewat Instagram, lelaki 80 tahun itu terlibat dalam talkshow daring di beberapa acara. Seperti pada Juni lalu, SDD terlibat diskusi pascasarjana IKJ mengenai pendidikan. 

5. Karya terakhir yang belum rampung

Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]
Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Selain aktif membagikan ilmu, Sapardi Djoko Damono juga masih berkarya. Ia merilis buku terbaru berjudul Mantra Orang Jawa pada Mei 2020.

Namun ternyata ada karya yang belum dirampungkan SDD yakni bertajuk Minuman Keras.

“(WORK IN PROGRESS) Barangkali hidup adalah doa yang panjang dan sunyi adalah minuman keras. Ia mengangguk, entah kepada siapa,” tulisnya pada 10 Juni 2020 di Instagram.

Selamat jalan Sapardi Djoko Damono, Karyamu akan selalu dikenang. [Rena Pangesti]

Terkait

Load more