cancel
Selasa, 22 September 2020

Lucinta Luna Butuh Tramadol setelah Filler? Dokter Kecantikan Bilang Begini

Lucinta Luna sempat kesakitan usai melakukan filler dan cangkok rambut.

Yoeni Syafitri Sekar Ayoe
cloud_download Baca offline
Dokter Siska (tengah) bersama Lucinta Luna dan Gandhi Fernando. [Instagram]
Dokter Siska (tengah) bersama Lucinta Luna dan Gandhi Fernando. [Instagram]

Matamata.com - Joana selaku manajer Lucinta Luna sempat mengatakan kalau kliennya memang butuh obat penenang dan obat pereda sakit. Salah satunya menurut Joana, ketika Lucinta kesakitan usai melakukan filler dan cangkok rambut.

Namun pernyataan Joana justru dibantah oleh dokter Siska Khairunnisa, dokter spesialis kecantikan. Dokter Siska yang mengaku beberapa kali memberikan treatment kecantikan untuk Lucinta, tak pernah memberikan obat tramadol atau jenis obat penghilang nyeri golongan psikotropika lainnya.

"Selama dia treatment sama aku, nggak pernah aku kasih tramadol. Aku cuma kasih paracetamol atau golongan pain killer non psikotropika," kata Dokter Siska, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (15/2/2020).


Dokter Siska Khairunnisa mengkau cukup lama mengenal Lucinta Luna. Ia bahkan mengaku melakukan lebih dari lima kali treatment.

"Pasca treatment filler cukup dengan paracetamol saja. Karena tidak ada luka sayat seperti post operasi hanya nyeri bekas suntikan saja," jelas Dokter Siska.

Dokter Siska juga mengaku terkejut dengan kabar kalau Lucinta Luna begitu terpuruk dengan segala hujatan netizen.

Dokter Siska (@doctorsiska/instagram).
Dokter Siska (@doctorsiska/instagram).

"Saya mengenal dia sebagai sosok yang humoris dan kontroversi juga sensasional. Selama saya mengenal Luna, selalu penuh dengan keceriaan dan menanggapi bully dengan santai," ujar Dokter Siska.

Bahkan Dokter Siska mengaku sering kali dinasihatin Lucinta, untuk bersikap santai ketika mendapat hujatan netizen.

"Gara-gara saya dekat dengan Lucinta, saya sering di-bully dan disebut transgender juga. Tapi malah Lucinta bilang, 'santai aja dok nanggapi bully, biarkan saja tak usah di dengar'," kenang Dokter Siska. [Ferry Noviandi]

Terkait

Load more