Kamis, 05 Desember 2019

Mata Psikolog Memandang Depresi Artis K-Pop Berujung Bunuh Diri

Selama 2019 sudah ada empat artis K-Pop depresi dan berujung mengakhiri hidupnya.

Tinwarotul Fatonah
Ilustrasi bunuh diri. (Matamata.com)
Ilustrasi bunuh diri. (Matamata.com)

Matamata.com - Kabar duka dari dunia hiburan Korea Selatan belum lama ini menyelimuti fans idola K-Pop di seluruh dunia. Berita Sulli eks f(x) pada 14 Oktober 2019 ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri langsung menghebohkan dunia maya. Baru sebulan kabar duka itu, sahabat Sulli, Goo Hara ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada 24 November 2019.

Tak hanya dua artis Korea di atas, artis Korea Selatan lain yang mengagetkan publik karena ditemukan meninggal dunia adalah Jeon Mi Seon dan Woo Hye Mi.

Dikutip dari KoreaBoo, aktris senior Jeon Mi Seon ditemukan tewas di kamar hotel pada 29 Juni 2019. Sementara itu, penyanyi Woo Hye Mi ditemukan tak bernapas di rumahnya pada 21 September 2019.

Jauh sebelum mereka, kabar meninggalnya Jonghyun SHINee pada 18 Desember 2017 jadi trending topik di mana-mana.


Sulli dan Goo Hara (Koreaboo)
Sulli dan Goo Hara (Koreaboo)

Depresi berujung bunuh diri

Kematian artis-artis Korea di atas karena mereka mengakhiri hidupnya sendiri. Kebanyakan penyebabnya karena mereka mengalami depresi berkepanjangan.

Sulli misalnya, ia mengalami banyak tekanan sejak bergabung di SM Entertainment karena tuntutan pekerjaan. Belum lagi, dirinya jadi bulan-bulanan hujatan netizen setelah menjalin asmara dengan Choiza. Walaupun hubungannya akhirnya kadas pada 2017. Apapun yang dilakukan Sulli selalu saja menuai kritikan pedas netizen.

Sulli pun sempat menjalani perawatan kesehatan mentalnya. Namun sayangnya, ia akhirnya tidak kuat dan mengakhiri hidupnya karena tak kuasa menahan bully-an netizen di dunia maya.

Sama dengan Sulli, Goo Hara juga menderita depresi. Ia bahkan sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri pada 26 Mei 2019. Namun saat itu nyawanya masih selamat.

Meski sudah bisa diselamatkan, ternyata Goo Hara kemudian ditemukan sudah tak bernyawa 6 bulan setelahnya. Seperti Sulli, Goo Hara ini juga sering mendapatkan hujatan dari netizen di dunia maya. Selain itu, ia pernah bermasalah dengan mantan pacarnya karena diduga melakukan kekerasan.

Woo Hye Mi dan Jeon Mi Seon. (KoreaBoo)
Woo Hye Mi dan Jeon Mi Seon. (KoreaBoo)

Nggak hanya yang muda-muda saja, aktris senior Jeon Mi Seon dikabarkan juga mengalami depresi sebelum ditemukan meninggal dunia di hotel. Bukan karena dibully, ia depresi karena kehidupannya yang berat, ditinggal orang terdekatnya meninggal dunia dan ibunya sakit.

Beda dengan ketiga artis di atas, kematian mendadak penyanyi Woo Hye Mi tak diketahui penyebabnya. Hanya sebelum meninggal, penyanyi jebolan The Voice Korea ini sempat mengunggah lirik lagu soal kesepian.

Kenapa mereka bisa depresi?

Menurut psikolog Veronica Adesla, depresi bisa dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu.

"Depresi dapat dialami oleh siapapun manusia, tidak memilih-milih apakah dia public figure atau bukan," ungkap Veronica saat dihubungi Matamata.com, Selasa (26/11/2019).

Psikolog Veronica Adesla. (Matamata.com)
Psikolog Veronica Adesla. (Matamata.com)

Hanya saja orang-orang dengan tingkat popularitas yang tinggi memiliki resiko yang rentan akan depresi ini. Apalagi mereka harus menghadapi kondisi stressful dari kepopulerannya. Misalnya, komentar buruk, fitnah, hujatan, dan makian dari netizen.

"Kemunculan depresi dapat disebabkan oleh tekanan situasi kondisi stressful yang berlangsung terus-menerus yang disertai dengan ketidakmampuan untuk mengelola stress – emosi yang ditimbulkan dan mengatasi situasi kondisi tersebut. Berakibat pada munculnya perasaan tertekan, tidak berdaya, putus asa, merasa tidak berguna dan tidak berharga," jelasnya.

Lebih lanjut, Veronica menjelaskan kecenderungan bunuh diri terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan psikologi Major Depressive. Itu suatu kondisi depresi yang ditandai dengan selama dua minggu berturut-turut menunjukkan gejala sedih terus menerus, merasa diri tidak berharga, putus asa, kehilangan semangat dan energi untuk melakukan aktivitas bahkan aktivitas yang disukai, sulit merasa senang atau bahagia, memilih untuk menarik diri atau menyendiri, muncul pemikiran untuk mengakhiri hidup.

Sementara itu melihat beberapa artis Korea yang bunuh diri, Veronica menyebutkan karena mereka saat ini menjadi sorotan publik terutama netizen di dunia maya.

Mereka punya banyak penggemar namun juga banyak haters yang terus mencari-cari kesalahannya. Haters ini pula yang selalu berkomentar dengan kritikan pedas bahkan bersikap kasar tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Intinya mereka akan terus tak suka walaupun artis bersikap baik.

"Tanpa mental yang sehat, daya resiliensi stress yang kuat, keyakinan dan kemampuan untuk mengelola serta mengekspresikan stress-emosi secara sehat, kondisi ini mengancam kesejahteraan psikologis artis yang bersangkutan, mempengaruhi objektivitas penilaian terhadap dirinya, harga diri dan eksistensinya, meragukan dirinya, mempertanyakan makna tujuan hidup dan keberadaaannya," paparnya.

Ketika sudah di titik itu, maka seharusnya mereka butuh penanganan dan pendampingan psikologi yang tepat. Hal ini karena kondisi itu dapat semakin memburuk hingga mendorong pikiran untuk mengakhiri hidup dan memunculkan perilaku bunuh diri.

Tips menjaga kesehatan mental. (Matamata.com)
Tips menjaga kesehatan mental. (Matamata.com)

Tips menjaga kesehatan mental

Mengingat depresi dapat menyerang siapa saja, Veronica Adesla pun berbagi tips agar bisa terhindar dari penyakit mental ini.

Pertama, menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang adalah kuncinya. Misalnya saja lakukan secara seimbang antara bekerja, istirahat, jangan lupa pola makan dijaga dan olahraga. Sosialisasi dan melakukan aktivitas positif yang menyenangkan juga perlu untuk tubuh.

Kedua, punya cara untuk mengelola dan menyalurkan emosi yang sehat dan bersifat personal. Veronica menyebutkan emosi bisa disalurkan lewat musik, seni, olahraga, meditasi, spiritual, berdoa, menulis, bercerita pada teman bicara yang kompeten dan bisa dipercaya.

Jika masalah semakin penat konseling dengan profesional dibutuhkan. Satu lagi, mengikuti support group juga sangat membantu.

Ketiga, kelilingi diri dengan orang-orang yang memiliki vibe positif, menghadirkan perasaan nyaman, yang secara tulus menerima diri kamu dan tidak sungkan untuk mengingatkan atau memberikan masukan objektif yang memang untuk membangun kamu dan karena secara tulus peduli dengan kamu.

Terakhir, mencari cara untuk mengatasi masalah bukan menghindar atau mengabaikan masalah dan berharap akan selesai dengan sendirinya.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Terkait

Load more