Selasa, 12 November 2019

Bergenre Dokumenter, Kisah Band Seventeen Digulung Tsunami Difilmkan

Film dokumenter Band Seventeen itu akan diberi judul 'Kemarin'.

Linda Rahmadanti
Grup band Seventeen. (Suara.com)
Grup band Seventeen. (Suara.com)

Matamata.com - Perjalanan karier grup musik Seventeen akan diangkat ke layar lebar. Film yang mengusung konsep drama dokumenter itu diberi judul, Kemarin.

Menurut sang vokalis, Riefian Fajarsyah alias Ifan, awalnya film tersebut dibuat untuk mengenang 20 tahun Seventeen berkarya.

"Sebelum kejadian tsunami itu, sebenarnya kita berempat memutuskan bikin film dokumenter untuk mengenang 20 tahun Seventeen pada 20 januari 2019. Karena kita punya footage video dari awal karier. Tapi kita malah mengalami musibah sebulan sebelumnya," ujar Ifan Seventeen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).


Preskon film Kemarin [Suara.com/Marni]
Preskon film Kemarin [Suara.com/Marni]

 

Pada 22 Desember 2018, seluruh personel Seventeen kecuali Ifan diketahui meninggal dunia saat tsunami menerjang Tanjung Lesung, Banten. Mereka adalah Bani (bass), Herman (gitar) dan Andi (drum).

Dari situlah konsep film dokumenter Seventeen berubah. Kali ini sang sutradara, Upie Guava bilang film Kemarin akan memperlihatkan perjalanan Seventeen dari awal meniti karier hingga pasca-tsunami.

Terhitung ada 55 jam footage yang berhasil dikumpulkan termasuk video detik-detik tsunami terjadi saat Seventeen manggung di Tanjung Lesung.

"Titik awal pembuatan film ini kan dokumenter. Jadi banyak ngobrol sama Ifan dan yang survive di kejadian itu. Kalau membayangkan mereka saat itu banyak emosi yang saya rasa tidak cukup. Makanya perlu ada reka adegan di laut supaya tahu rasanya gimana ifan dua jam survive di laut. Reka adegannya itu saja sih," kata Upie Guava.

Seventeen pamit. [instagram/ifanseventeen]
Seventeen pamit. [instagram/ifanseventeen]

"Tapi tetap satu lagi titik terpenting itu adalah sehabis tsunami gimana ifan dan para istri personel lainnya menjalani hidup. Ini aspek menarik yang akan ditampilkan," sambungnya lagi.

Tak cuma itu, Ifan Seventeen pun sebetulnya cukup emosional ketika tahu kalau kumpulan video para personel Seventeen akan ditayangkan di bioskop.

"Kayak nggak percaya sih. Maksudnya hard to believe gitu. Kok yang difilmin yang anak-anaknya udah nggak ada. Temen-temenku, sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku. Ya pastilah. Sedihnya pasti. Pasti banyak," tutur Ifan Seventeen.

"Karena memang masih sangat susah untuk mengambil keputusan buat bikin dokumenter ini. Ya mungkin after lebaran kemarin lah baru benar-benar ‘Oke bismillah’ dengan footage video yang ada, kita tayangkan di bioskop," imbuh Ifan Seventeen.

Ifan Seventeen di JCC Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2019). [Suci Febriastuti/Suara.com]
Ifan Seventeen di JCC Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (27/5/2019). [Suci Febriastuti/Suara.com]

Mantan suami Dylan Sahara ini bilang bakal mempersembahkan film tersebut untuk anak-anak personel Seventeen. Ifan mau membuat kenangan indah soal grupnya itu.

"Film ini akan jadi kenangan manis juga buat aku pribadi karena ada tentang aku dan Dylan (istrinya yang juga wafat saat tsunami) diceritain. Masing-masing personil juga ada tentang keluarganya, jadi ini akan jadi kenangan yang manis lah insya Allah akan jadi kenangan yang manis buat kita," kata Ifan Seventeen.

Rencananya Kemarin sendiri akan tayang di bioskop Tanah Air akhir tahun ini. (Sumarni)

Terkait

Load more