Selasa, 15 Oktober 2019

Dikasih Oleh-oleh Batik, Vokalis Lukas Graham: Baju Ini Sangat Spesial

Lukas Graham sempat tampil menggenakan batik saat konser di Indonesia.

Tinwarotul Fatonah
Vokalis Lukas Graham. (Suara.com/Sumarni)
Vokalis Lukas Graham. (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Grup musik asal Denmark, Lukas Graham sukses menggelar konser The Purple Asian Tour Live in Jakarta 2019, di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019) malam.

Lukas Graham [Suara.com/Marni]
Lukas Graham [Suara.com/Marni]

Band yang berdiri sejak tahun 2012 itu naik ke atas panggung tepat pukul 20.13 WIB. Vokalisnya, Lukas Forchhammer tampil menawan dengan pakaian batik berlengan pendek yang dipadukan celana dan topi hitam hingga sepatu putih.

Lagu Hold My Hand yang bertempo lambat menjadi pembuka di konser tersebut.

"Hello ladies and gentlemen. Apakah kalian siap?" sapa Lukas Forchhammer disambut teriakan heboh penonton.

Tanpa jeda, Lukas Graham pun meneruskan performa dengan Take The World By Storm, Drunk in The Morning, You're Note There dan Lie.

Lukas Forchhammer tampil begitu atraktif dengan terus mengelilingi panggung. Beberapa kali, ia pun mengajak para penonton buat sing a long bareng. Setiap kali memasuki lagu berikutnya, lelaki 31 tahun itu selalu mencoba bercerita mengenai lagu-lagunya tersebut.

"Lagu selanjutnya adalah Off to See The World. Saya tahu kalian bisa menyanyikan ini dengan baik. Ayo nyanyi yang lebih keras," tutur Lukas Forchhammer disusul membawakan Off to See The World sembari melepas pakaian batiknya dan hanya menggunakan kaos oblong putih polos tanpa lengan.

Lukas Graham [Instagram]
Lukas Graham [Instagram]

Menariknya saat menyanyikan tembang Strip No More, Lukas Forchhammer sempat membuat jeda sejenak. Dia mengambil minumannya buat menyanyikan nada tinggi untuk lirik akhir Strip No More.

Teriakan bergemuruh pun langsung menggema di dalam venue. Suara spektakuler Lukas Forchhammer berhasil membius ribuan penonton yang hadir.

"Terimakasih sudah membuat konser ini begitu meriah. Saya tahu tanpa uang kita tidak bahagia. Saya bukan dari keluarga yang kaya raya. Hidup saya sangat sederhana. Makanya saya bersyukur bisa keliling dunia sekarang," ucap Lukas Forchhammer.

"Saya di sini punya ibu dan ayah yang menakjubkan juga dua saudara perempuan yang menyebalkan tapi saya cintai. Ladies and Gentlemen, lagu berikutnya ini tentang keluarga," sambungnya.

Lukas Graham [Suara.com/Marni]
Lukas Graham [Suara.com/Marni]

Baru setelahnya lagu Happy Home dan Not A Damn Thing Changed didendangkan. Tak melulu live band, Lukas Graham juga menyajikan performa akustikan saat menyanyikan Redemption Song dan Lullaby.

Terhitung ada 18 lagu yang dibawakan dalam konser tadi malam termasuk Say Yes, Don’t You Worry 'Bout Me, Mama Said, Love Someone dan Funeral.

Selama Love Someone, Lukas Forchhammer membiarkan bagian refrain dinyanyikan oleh para fans. Bahkan, dia sempat membungkukkan badan sebagai bentuk terimakasih. Mereka pun pamit turun panggung.

Sayang mereka tidak beranjak dan berteriak we want more beberapa kali. Hal tersebut membuat Lukas Graham cs kembali naik ke atas panggung.

"Kami tadi bohong soal pamitan. Terimakasih baju batiknya ngomong-ngomong. Istri saya selalu mengeluh bajuku sama terus. Biru hitam grey, Sekarang saya punya yang baru," kata Lukas Forchhammer.

Gisella Anastasia ajak Gempi saat buka konser Lukas Graham [Suara.com/Sumarni]
Gisella Anastasia ajak Gempi saat buka konser Lukas Graham [Suara.com/Sumarni]

"Saya akan bilang, jadi terimakasih sudah membuat baju handmade ini. Saya akan senang membawa batik ini pulang. Baju ini sangat spesial. Sekarang ini lagu terakhir. Saya mau kalian angkat tangan kita foto bareng. Makasih banyak ladies and gentlemen," imbuhnya.

Konser sendiri berakhir tepat pukul 21.37 WIB. Mereka menutup pertunjukkan dengan lagu paling hitsnya, 7 Years. (Sumarni)

Terkait

Load more