Rabu, 22 Januari 2020

Tren Novel Diangkat ke Film Layar Lebar, Lebih Gereget Mana?

Visualisasi novel ke film layar lebar bukanlah hal yang gampang.

Tinwarotul Fatonah | Firna Larasanti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi/Ema Rohimah
Ilustrasi/Ema Rohimah

Matamata.com - Cerita sebuah film dapat bersumber dari mana saja, ada yang diadaptasi dari novel, kisah nyata, cerita sejarah maupun fiksi.

Saat ini, banyak sekali film-film yang diangkat dari sebuah novel. Namun kebanyakan para sutradara film lebih tertarik untuk membuat film dari novel-novel best seller yang telah merebut hati para pembacanya.

Sebut saja film Ayat Ayat Cinta (2008) yang mengadopsi cerita novel best seller dengan judul yang sama karya Habiburrahman El Shirazy. Terbaru, ada film Dilan 1991 (2019) yang merupakan skuel film Dilan 1990 (2018). Dua film yang membuat netizen bernostalgia dengan novel best seller dengan judul yang sama karya Pidi Baiq.

Tren novel diangkat menjadi film layar lebar memang bukanlah hal yang baru. Akan tetapi, hal ini juga menjadi apresiasi khusus untuk penulis ketika novel yang diangkat menjadi film tersebut sukses ditonton oleh semua orang apalagi hingga mancanegara.


Visualisasi novel sendiri bukanlah hal yang mudah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para sutradara untuk menggambarkan cerita novel benar-benar nyata. Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti lokasi syuting, adegan film maupun pemilihan aktris dan aktor.

Nah, Matamata.com akan mengulas dua novel yang diangkat ke layar lebar, satu dari dalam negeri dan satunya luar negeri. Apa saja?

Terkait

Load more